Profil

Profil BT/BS BIMA

dr. Robert Valentino Tarigan, S.Pd., SH | Selasa, 11 Juni 2013 - 22:30:55 WIB | dibaca: 2143 pembaca

1. Sejarah Nama BIMA

Nama BIMA sering dianggap akronim dengan Bimbingan Mahasiswa. Sah-sah saja kalau masyarakat menganggap demikian karena pada awalnya seluruh Staff Pengajar yang mengajar di BT/BS adalah mahasiswa/i dari USU yang didominasi mahasiswa/i Fakultas Kedokteran USU. Karena untuk anak SMA, Fakultas Kedokteran sudah dipastikan adalah Pilihan I sehingga siswa/i kelas 3 SMA yang bimbingan ke BT/BS BIMA biasanya lulus di PTN pilihannya. Padahal nama “BIMA” merupakan personifikasi dari tokoh pewayangan. Dengan memakai nama ”BIMA”, kami pengelola bimbingan berharap, siswa/i yang belajar dan berlatih di BIMA akan tampil sebagai sosok yang cerdas, terampil, berani, dan jujur.

Tokoh Bima di dalam pewayangan adalah sosok yang cerdas, berani, jujur, dan kesatria Ketika menjadi seorang murid, Bima adalah sosok yang patuh pada sang guru tanpa reserve. Bima akan ikut apa pun perintah gurunya dan akhirnya berhasil menjadi sosok yang sakti mandraguna. Bahkan kukunya, kini jadi ikon iklan jamu Kuku Bima, dimaksudkan, jika meminum jamu ini, yang meminum akan kuat dan perkasa.

Alkisah, Bima ingin mencari air suci. Untuk itu ia bertanya pada sang guru, di mana letaknya. Saat sang guru menyebutkan air suci ada di pegunungan, Bima pergi ke tempat tersebut meskipun harus berhadapan dengan raksasa. Ternyata, setelah sampai di pegunungan dimaksudkan, air suci itu tidak ada.Bima menghadap lagi kepada sang guru dan menceritakan bahwa di pengunungan yang dimaksudkan, air suci itu tidak. Bima pun diperintahkan ke untuk mencari ke hutan. Tanpa ada perasaan sakwasangka apa pun, ia pergi ke hutan dimaksudkan. Apa lacur, di hutan tersebut, juga tak diketemukan air suci. Bima menghadap lagi sang guru, lalu diperintahkan agar mencarinya ke laut yang sangat dalam. Bima juga pergi ke tempat itu dengan menghadapi berbagai tantangan termasuk naga penghuni laut. Apa yang terjadi, air suci juga tidak ada di laut itu. Akhirnya, Bima kembali ke darat dengan perasaan sedih; di tepi pantai Bima bersemedi.

Menurut terminologi Jawa, diri kita punya dua raga : raga cilik dan raga gede. Saat sampai ke puncak ekstase, Bima yang berasal dari raga cilik keluar dari tubuh Bima (raga gede) dan memasuki telinga. Setelah Bima (raga cilik – sukma) masuk ke rongga dada Bima (raga gede – fisik), ternyata air suci itu ada di hati sanubarinya. Ya, singkatnya, Bima menemukan apa yang dicarinya setelah proses panjang pendidikan. Itu semua didapat Bima karena ia patuh pada perintah sang guru.

Demikianlah, nama BIMA dipakai untuk merek bimbingan studi dan bimbingan belajar yang kami kelola dalam upaya ‘melahirkan’ generasi-generasi yang cerdas dan trampil. Generasi yang berjuang memperoleh cita-cita dengan kesatria.

2. Kilas Balik BT/BS BIMA

Dilandasi idealisme yang tinggi dari para pendirinya, Bimbingan Test/Study BIMA mulai membentangkan layar pengabdian ilmiahnya pada awal Tahun Ajaran 1983/1984.

Awal pengabdian ilmiahnya, Juli 1983 pelayanan ilmiah Bimbingan Test/Study BIMA hanya terbatas pada bimbingan test untuk kelas 3 SMTA IPA dalam rangka menghadapi ujian tulis memasuki Perguruan Tinggi Negeri yang saat itu bersandikan PROYEK PERINTIS I, PROYEK PERINTIS III, PROYEK PERINTIS IV. Sesuai dengan pelayanan ilmiahnya yang hanya bersasaran membimbing siswa/i kelas 3 SMTA IPA meraih bangku Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur ujian tulis proyek perintis. Dengan landasan moral: lebih baik bermandi keringat di saat belajar dan berlatih daripada bermandi air mata kelak karena tidak lulus ujian, BIMA dijalankan dari awal hingga kini. Dan semua kelak yang akan diperoleh para siswa haruslah dengan cara-cara kesatria. Siswa yang kesatria, tidak akan mencontek saat ujian. Bertitik tolak dari hal itulah, pada awal pendiriannya, Bimbingan Test/Study BIMA langsung saja diramaikan para siswa, yakni mencapai 475 orang. Jumlah tersebut saat itu tergolong kejutan besar bagi sebuah Bimbingan Test/Study yang baru. Fakta membuktikan, bahwa tidak satu pun Bimbingan Test/Study yang baru berdiri memiliki siswa/i mencapai 200 orang.

Tahun pertama Bimbingan Test/Study BIMA memberangkatkan siswa/i-nya ke arena perang ilmiah akbar meraih bangku Perguruan Tinggi Negeri melalui ujian tulis PROYEK PERINTIS. Ternyata prestasi yang dicapai BIMA melalui siswa/i-nya menjadi kejutan bagi mereka yang berkecimpung di dunia Bimbingan Test/Study. Siswa/i Bimbingan Test/Study BIMA angkatan-I berhasil meraih bangku Perguruan Tinggi Negeri dan mayoritas diterima di Perguruan Tinggi Negeri Favorite. Kenyataan tersebut memaksa pihak Bimbingan Test/Study lainnya menunjukkan rasa "hormatnya” atas prestasi spektakuler yang diraih Bimbingan Test/Study BIMA.

Masa depan sebuah bimbingan tergantung mutlak pada prestasi nyata! Ini prinsip yang dianut pengelola dan staf pengajar Bimbingan Test/Study Bima, karena mereka rata-rata orang yang berprestasi baik di kampus maupun di organisasi yang selalu melandasi nafas dan gerak organisasi dalam memerankan pengabdiannya. Prinsip ini secara otomatis menyemangati semua insan yang bernaung di bawah panji-panji BIMA untuk selalu menempatkan prestasi study dan kepentingan siswa/i di atas kepentingan apa pun.

Tahun-tahun berikutnya merupakan tahun-tahun keberhasilan bagi Bimbingan Test/Study BIMA. Peningkatan kualitas/kuantitas siswa/inya selalu bergerak dengan progresif, seirama dengan keberhasilannya membawa mereka duduk di bangku Perguruan Tinggi Negeri Favorite. Atas permintaan para orangtua siswa/i untuk memperluas jangkauan pelaksanaan ilmiahnya mendorong pengelola Bimbingan Test/Study BIMA membuka group-group belajar bagi siswa/ii kelas II SMU, khususnya A1/A2. Mereka sangat merasakan besarnya manfaat dari bimbingan ilmiah yang diterima, terlihat dari prestasi study yang dicapai mengalami kenaikan dibandingkan prestasi sebelum mendapatkan bimbingan. Prestasi nyata yang diraih Bimbingan Test/Study BIMA menghantarkannya menjadi bimbingan idola di kalangan siswa/i SMA sederajat.

Selaras dengan prestasi yang terus meningkat dan selalu berada di atas prestasi dari Bimbingan Test/Study lainnya maka Bimbingan Test/Study BIMA merasa dituntut untuk memperluas pelayanan ilmiahnya. Pada bulan Juli 1987 Bimbingan Test/Study BIMA membuka group belajar kelas 3 SMTA jurusan IPS. Sama halnya dengan pembukaan group-group lainnya, Group-group belajar kelas 3 SMTA Jurusan IPS secara konsisten juga mengalami peningkatan prestasi dan kuantitas siswa/inya. Kebutuhan bimbingan terus saja meningkat. Pada Juli 1988 Bimbingan Test/Study BIMA membuka group-group belajar baru, yakni siswa/i kelas 3 SLTP dan kelas 1 SMTA. Group-group belajar ini sebenarnya sudah sejak lama diminta oleh para orangtua siswa, maka pada saat pembukaan group untuk kelas 3 SLTP dan 1 SMTA, siswa yang mendaftar sangat banyak dan melebihi target yang diharapkan. Pada tahun 1995, Bimbingan Test/Study BIMA kembali memperluas pelayanan ilmiahnya dengan membuka group-group belajar untuk kelas 1 dan 2 SMP sederajat. Dengan demikian, saat ini pelayanan ilmiah Bimbingan Test/Study BIMA sudah menjangkau Kelas 4, 5, 6 SD ; Kelas 1, 2, 3 SMP serta lulusan SMA sederajat.

Patut untuk digarisbawahi, pada saat semua Bimbingan Test/Study di Medan menjalankan administrasinya secara manual dengan perangkat MESIN TIK tapi Bimbingan Test/Study BIMA telah memproses data dan nilai maupun administrasi lainnya secara komputerisasi, yang secara nyata mendukung penerapan manajemen profesional. Maka pada Bulan Mei 1987 Bimbingan Test/Study BIMA memilih menerapkan perangkat teknologi canggih dalam pengabdiannya dengan mengoperasikan Computer System secara menyeluruh. Prestasi-prestasi yang dicapai, Bimbingan Test/Study BIMA menuntutnya secara terus-menerus melaksanakan penyempurnaan di segala aspek, juga meningkatkan metode pengajaraannya. Pada tahun 1993 Bimbingan Test/Study BIMA menggunakan perangkat Computer OMR (Optical Mark Reader) dalam memeriksa formulir dan lembar jawaban ujian sebagaimana yang diterapkan oleh Panitia UMPTN yang berubah jadi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Perlu diketahui hingga saat ini Bimbingan Test/Study BIMA adalah satu-satunya bimbingan yang mengoperasikan OMR di luar pulau Jawa.

Sebagai wadah belajar dan latihan terpadu, Bimbingan Test/Study BlMA mengemban missi tunggal: Membimbing siswa/i meraih prestasi study yang gemilang. Dalam rangka mengemban misi tersebut, Bimbingan Test/Study BlMA menyusun secara apik program belajar dan latihan terpadu dengan sasaran :

• Menjadikan siswa/i mampu memahami materi soal dan terampil menjawab soal-soal secara cepat dan tepat.

• Menjadikan siswa/i terampil dan teliti mengisi formulir pendaftaran dan lembar Jawaban Ujian Nasional (UN), SNMPTN, ujian tulis CPNS dan lainnya.

Program belajar dan latihan terpadu Bimbingan Test/Study BIMA yang telah teruji akurasinya dalam mencetak siswa/i berprestasi gemilang, maka :

• Sejak sipenmaru 1987 s/d UMPTN 2011 Bimbingan Test/Study BIMA berhasil meluluskan siswa/inya pada PTN dalam persentase tertinggi dibandingkan dengan Bimbingan Test/ Study yang ada.

• Sejak Penerimaan Murid Baru SMA sederajat T.P. 1989/1990 s/d T.P. 2010/2011 Bimbingan Test/Study BIMA berhasil meluluskan siswa/inya pada SMU Favorit melalui perolehan NEM yang tinggi dalam jumlah dan persentase tertinggi.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)